Mengatasi Insomnia Dengan Terapi Medan Listrik

Written By Unknown on Jumat, 10 Mei 2013 | 12.09

Setiap manusia membutuhkan waktu tidur kurang lebih sekitar sepertiga waktu hidupnya atau sekitar 6-8 jam sehari. Secara alami dan otomatis jika tubuh lelah maka kita akan merasa mengantuk sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental.

Dengan waktu tidur yang cukup maka kita akan merasa segar bugar ketika bangun pagi dan siap melakukan berbagai aktifitas sepanjang hari dari pagi hingga malam. Normalnya manusia tidur pada saat malam hari hingga pagi hari, namun tidak jarang ada orang yang bisa tidur dari siang sampai malam hari karena tuntutan pekerjaan atau karena sudah terbiasa.

Menurut penelitian, orang yang tidur selama 6,5 sampai 7,5 jam dalam sehari akan memiliki hidup yang lebih panjang dari pada yang tidurnya hanya memakan waktu kurang dari 6,5 jam atau lebih dari 8 jam perhari.

A. Arti definisi / pengertian Tidur dan Insomnia :

Tidur adalah merupakan suatu kondisi istirahat alami yang dialami oleh manusia dan hewan-hewan lainnya yang sangat penting untuk kesehatan.
Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang memiliki gejala lesu sepanjang hari karena kekurangan waktu tidur. Umumnya penderita insomnia akan sulit tidur jika terbangun di malam hari.

B. Kegunaan atau fungsi dari Tidur yang cukup :

Regenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi baru.
Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh.
Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian.
Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit.
Menambah konsentrasi dan kemampuan fisik.

C. Fase / Tahapan Tidur Seseorang :

Awal
Non rapid eyes movement (non-rem)
Rapid Eyes Movement (rem)
Dream Sleep

D. Macam-macam Gangguan Tidur / Insomnia :

Insomnia transient yang bersifat sementara
Insomnia jangka pendek yang dapat berlangsung selama beberapa minggu
Insomnia kronis yang dapat diderita selama lebih dari tiga minggu

E. Penyebab Penyakit Insomnia Pada Manusia :

Faktor fisik seperti karena sedang sakit pilek, asma, sinus, dan lain-lain.
Faktor lingkungan yaitu seperti adanya aroma tidak sedap, polusi suara yang bising, asap, lingkungan sosial yang sedang tidak aman.
Faktor gaya hidup tidak sehat seperti akibat rokok, minuman keras, obat kuat, dsb.
Faktor psikologis yaitu seperti stres yang terus-menerus.
Faktor prikiatris akibat rasa depresi yang dialami seseorang.

F. Cara Mengatasi & Menyembuhkan Insomnia :

Menjalani pola hidup sehat misalnya tidak merokok, tidak begadang, tidak memakai narkoba, tidak minum alkohol, dll.
Memiliki jadwal tidur yang cukup dan normal.
Memilih lingkungan yang tenang, sehat dan nyaman untuk tidur.
Berolah raga secara rutin dan teratur.
Makan secara teratur, sehat dan cukup agar selama tidur tidak lapar.
Hindari minum terlalu banyak minuman yang mengandung kafein seperti kopi, coklat, teh, dsb.

Sumber 1: www.organisasi.org
Sumber 2: http://oneenergize.com
12.09 | 0 komentar | Read More

10 Tindakan Medis Berlebihan dalam Dunia Kesehatan

Written By Unknown on Selasa, 07 Mei 2013 | 12.09

KOMPAS.com - Penanganan gangguan kesehatan pada seseorang yang dilakukan seorang klinisi atau dokter tidak semudah yang dibayangkan. Untuk menentukan tindakan medis, baik pemberian obat atau tindakan operasi, harus membutuhkan kecermatan dalam menegakkan diagnosis dan memastikan dengan kesesuaian indikasi tindakan medis yang harus dilakukan.

Fenomena ini tampaknya bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di belahan dunia lainnya. Seringkali, terjadi intervensi berlebihan dan tidak sesuai indikasi tepat baik dalam pengobatan ataupun tindakan operasi pada pasien. Hal ini bukan hanya dilakukan dokter, tetapi sering pula terjadi karena desakan pasien.

Tidak disadari bahwa tindakan atau intervensi medis yang berlebihan dan tidak sesuai indikasi itu dapat berdampak merugikan bagi penderita mulai dari yang ringan sampai risiko mengancam jiwa. Intervensi medis berlebihan dan tidak sesuai indikasiyang paling sering adalah pemberian antibiotika, operasi amandel, rawat inap rumah sakit, operasi usus buntu dan operasi sectio caesaria. Intervensi medis berlebihan lainnya adalah pemberian obat dan vitamin berlebihan, operasi tidak sesuai indikasi atau tindakan operasi dalam keadaan kondisi penderita prognosisnya sangat buruk dan memang sudah ada tidak ada harapan untuk sembuh.

Berikut ini adalah 5 intervensi medis berlebihan dalam dunia kesehatan indonesia :

1. Pemberian antibiotika

Menurut penelitian US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989, setiap tahun sekitar 84 persen setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil lainnya didapatkan 47,9 persen resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotika. Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup mencemaskan.

Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut. Di Indonesia, belum ada data resmi tentang penggunaan antibiotika. Sehingga banyak pihak saat ini tidak khawatir dan sepertinya tidak bermasalah. Tetapi berdasarkan tingkat pendidikan atau pengetahuan masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian antibiotika di Indonesia jauh banyak dan lebih mencemaskan. Indikasi yang tepat dan benar dalam pemberian antibiotika pada anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri.

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) indikasi pemberian antibiotika adalah bila batuk dan pilek yang berkelanjutan selama lebih 10 - 14 hari.yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan pagi hari). Batuk malam dan pagi hari biasanya berkaitan dengan alergi atau bukan lagi dalam fase infeksi dan tidak perlu antibiotika. Indikasi lain bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas > 39 derajat celcius dengan cairan hidung purulen, nyeri, pembengkakan sekitar mata dan wajah.

Indikasi lainnya adalah radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus. Penyakit ini pada umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih. Pada anak usia 4 tahun hanya 15 persen yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini. Penyakit yang lain yang harus mendapatkan antibiotika adalah infeksi saluran kemih dan penyakit tifus. Sebagian besar kasus penyakit pada anak yang berobat jalan penyebabnya adalah virus. Dengan kata lain seharusnya kemungkinan penggunaan antibiotika yang benar tidak besar atau mungkin hanya sekitar 10 - 15 persen penderita anak. Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk "self limiting disease" atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5 - 7 hari.

Sebagian besar penyakit infeksi diare, batuk, pilek dan panas penyebabnya adalah virus. Rekomendasi dan kampanye penyuluhan ke orangtua dan dokter yang telah dilakukan oleh kerjasama CDC dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika. Pilek, panas dan batuk adalah gejala dari infeksi pernapasan atas yang disebabkan virus. Perubahan warna dahak dan ingus berubah menjadi kental kuning, berlendir dan kehijauan adalah merupakan perjalanan klinis Infeksi Saluran Napas Atas karena virus, bukan merupakan indikasi antibiotika. Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit dan mencegah infeksi tumpangan bakteri

2. Rawat inap rumah sakit

Seringkali seorang anak demam tinggi atau anak dengan kejang tetapi keadaan umumnya masih baik langsung diadviskan rawat inap di rumah sakit. Mungkin saja, indikasi rawat inap di rumah sakit kasus tersebut sudah tepat. Tetapi sebaliknya, banyak kasus yang seharus yang tidak memerlukan rawat inap dipaksakan masuk rumah sakit. Kadangkala tindakan berlebihan ini bukan hanya dilakukan dokter, tetapi juga dilakukan orangtua. Karena kecemasan yang berlebihan anak sakit demam tinggi sedikit atau muntah beberapa kali sudah memaksa dokter untuk dilakukan rawat inap.

Beberapa institusi sudah mengeluarkan rekomendasi indikasi kapan harus melakukan rawat inap bagi berbagai kasus penyakit. Tetapi batasan dan kriteria tersebut pada umumnya masih sangat luas dan menimbulkan berbagai interpretasi dan perdebatan. Dampak rawat inap yang tidak sesuai indikasi selain menghamburkan biaya yang besar juga berisiko mendapatkan infeksi nosokomial atau infeksi baru yang tertular di rumah sakit. Pada umumnya justru infeksi nosokomial lebih ganas kumannya daripada infeksi di luar rumah sakit.

3. Operasi amandel tonsilektomi

Operasi amandel atau tonsilektomi adalah tindakan yang paling sering dilakukan sepanjang asejarah operasi. Kontroversi tonsilektomi paling banyak dilaporkan dibandingkan operasi manapun. Tonsilektomi bila sesuai indikasi sangat perlu dan harus dilakukan. Tetapi, ternyata banyak kasus operasi amandel tidak sesuai indikasi. Seringkali orangtua bingung dalam menghadapi anak yang diadviskan untuk operasi amandel atau tonsilektomi. Bingung karena seringkali terjadi perbedaan pendapat antara beberapa dokter.

Pendapat dokter tertentu mengadviskan untuk menunda operasi karena berbagai alasan medis seperti masih belum ada indikasi mutlak. Tetapi sebaliknya, pendapat dokter tertentu untuk segera melakukan operasi amandel segera karena berbagai alasan medis yang lain.

Sebenarnya indkasi harus operasi menurut American Academy of Otolaringology Headneck Surgery (AAO) hanya 3 yaitu (1) Tonsil (amandel) yang besar hingga mengakibatkan gangguan pernafasan, nyeri telan yang berat, gangguan tidur atau sudah terjadi komplikasi penyakit-penyakit kardiopulmonal. (2) Abses peritonsiler (Peritonsillar abscess) yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan. Dan pembesaran tonsil yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan wajah atau mulut yang terdokumentasi oleh dokter gigi bedah mulut.
(3) Tonsillitis yang dan mengakibatkan kejang demam.
(4) Tonsil yang diperkirakan memerlukan biopsi jaringan untuk menentukan gambaran patologis jaringan.

Indikasi relatif artinya dioperasi lebih baik tidak diporasi tidak masalah. Indikasinya adalah (1) Tonsilitis 3 kali atau lebih dalam satu tahun dan tidak menunjukkan respon sesuai harapan dengan pengobatan medikamentosa yang memadai. (2) Bau mulut atau bau nafas tak sedap yang menetap pada Tonsilitis kronis yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan. (3) Tonsilitis kronis atau Tonsilitis berulang yang diduga sebagai carrier kuman Streptokokus yang tidak menunjukkan repon positif terhadap pengobatan dengan antibiotika. (4) Pembesaran tonsil di salah satu sisi (unilateral) yang dicurigai berhubungan dengan keganasan (neoplastik).

Alasan yang tidak benar yang dijadikan indikasi operasi seperti (1)Bila tidak operasi kecerdasan menurun. (2) Bila tidak dioperasi mengakibatkan sakit jantung dan sakit paru-paru. (3) Bila tidak di operasi maka oksigen ke otak berkurang anak jadi kurang konsentrasi dan kurang cerdas. (4) Atau indikasi operasi tidak benar lainnya karena gangguan pertumbuhan berat badan, kesullitan makan, gangguan bicara, gangguan tidur, bau mulut, enuresis (mengompol).

4. Operasi usus buntu

Penelitian di University of Washington menunjukkan, 16 persen operasi pemotongan usus buntu dilakukan pada pasien yang sebetulnya tidak membutuhkan. Radang usus buntu atau apendisitis memang berbahaya sehingga pada umumnya dokter tidak mau ambil risiko dan memilih secepatnya memotong bagian tubuh yang memang tidak jelas fungsinya tersebut.

Radang usus buntu bisa dikenali dengan pemeriksaan penunjang berupa USG, atau CT scan dan jumlah sel darah putih yang melampaui 10.000/mcL. Keluhan nyeri perut yang hebat sering didiagnosis usus buntu, padahal nyeri perut juga bisa terjadi pada berbagai kasus. Kadang overdiagnosis usus buntu sering terjadi karena gejala yang terjadi hampir sama kualitas nyeri dan lokasinya dengan gangguan lainnya. Kesalahan diagnosis usus buntu sering terjadi pada penderita alergi atau asma yang sebelumnya mempunyai riwayat kolik saat bayi, sering rewel saat usia di bawah usia 3 bulan atau nyeri perut berulang. Nyeri perut akan timbul pada pasien tersebut apabila terkena infeksi virus yang menyerang tubuh.

5. Operasi sectio

Operasi Sectio Caesaria tanpa indikasi termasuk intervensi medis yang paling sering. Berdasarkan survei global WHO yang dilakukan di 9 negara Asia pada tahun 2007 dan 2008, mencangkup Kamboja, China, Nepal, Filipina, Srilangka, Thailand, dan Vietnam. China menunjukan angka sectio caesarea tertinggi yaitu 46,2 persen dan mempunyai tindakan operasi tanpa indikasi terbesar yaitu 11,7 persen sedangkan Vietnam dengan angka 1 persen.

Penelitian yang pernah dilakukan di Jakarta pada tahun 2009 menunjukkan bahwa tindakan operasi tanpa indikasi pernah dilaporkan sebesar 13,9 persen. Dibanding persalinan vaginal spontan, maka persalinan operatif secara bermakna menyebabkan kematian maternal lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat mortalitas maupun morbiditas maternal pada perempuan yang menjalani sectio caesarea tanpa indikasi.

Setiap tindakan operatif meningkatkan mortalitas maternal dan indeks morbiditas seperti transfusi darah, histerektomi (pengangkatan rahim), iligasi arteri iliaka interna, kematian, atau perawatan ICU jauh lebih besar dibanding persalinan spontan. Peningkatan ini terutama disebabkan tingginya perawatan ICU dan transfusi darah. Tidak ada kesalahan jika melakukan intervensi medik dengan adanya indikasi yang jelas, Tetapi jika masih menganggap bahwa operasi Caesar merupakan tindakan yang tidak berbahaya, maka masyarakat perlu disadarkan dengan bukti-bukti ini.

Dampak dan pencegahan

Kontroversi tentang intervensi berlebihan tindakan medis ini wajar terjadi dalam setiap keputusan dan tindakan dokter. Seringkali terjadi perbedaan pendapat karena setiap kasus berlatar belakang kondisi yang berbeda. Dalam melakukan tindakan medis, dokter harus selalu memakai indikasi medis dengan rujukan evidance base medicine (kejadian ilmiah berbasis bukti atau berdasar penelitian), kondisi pasien dan kepentingan pasien.

Menjadi tidak wajar apabila dalam tindakan medis bukan demi kepentingan pasien tetapi demi kepentingan individu, kepentingan rumah sakit atau kepentingan tertentu lainnya. Selain itu, intervensi medis berlebihan ini juga dapat disebabkan permintaan pasien meski tanpa indikasi dokter tetap melakukannya.

Seringkali kecemasan pasien yang berlebihan memaksa dokter untuk melakukan tindakan medis berlebihan bagi dirinya. Bila hal ini terjadi, sebaiknya dokter harus memberikan edukasi dampak buruk intervensi medis yang tidak sesuai indikasi. Bukannya malah meluluskan permintaan pasien padahal sudah mengetahui risiko dampakburuk yang bisa terjadi.

Dampak buruk pada intervensi medis yang berlebihan dan tidak sesuai indikasi ini dapat mengakibatkan kerugian atau pemborosan biaya yang luar biasa banyak. Dampak buruk lainnya adalah mengakibatkan morbiditas atau gangguan kesehatan baru lainnya yang sangat mengangggu. Bahkan, dampak buruk lainnya dapat meningktkan risiko mortalitas atau ancaman jiwa. Pencegahan terbaik agar tak terjadi intervensi medis yang berlebihan dan tidak sesuai indikasi adalah melakukan indikasi yang tepat saat akan melakukan intervensi medis. Bila berisiko mengalami intervensi berlebihan dan tak sesuai indikasi, sebaiknya penderita melakukan second opinion atau pendapat kedua kepada dokter lainnya.

Sumber Artikel:http://health.kompas.com/read/2013/01/10/11233065/10.Tindakan.Medis.Berlebihan.dalam.Dunia.Kesehatan
12.09 | 0 komentar | Read More

5 Penyakit Anak Yang Perlu dan Tak Perlu Antibiotika

KOMPAS.com - Pemberian antibiotika berlebihan tampaknya semakin meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Pemberian antibiotika secara berlebihan atau irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya.

Sebenarnya permasalahan ini lebih dari dua puluh tahun lalu dihadapi oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Namun saat ini di Indonesia masih mengalami dan masih menjadi masalah serius. Menurut penelitian US National Ambulatory Medical Care Survey, pada tahun 1989, setiap tahun sekitar 84% setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil lainnya didapatkan, 47,9 persen resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotika.

Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut. Di Amerika Serikat, karena upaya kampanye dan edukasi terus menerus terhadap masyarakat dan dokter ternyata dapat menurunkan penggunaan antibiotika secara drastis.

Proporsi anak usia 0 - 4 tahun yang mendapatkan antibiotika menurun dari 47,9 persen tahun 1996 menjadi 38,1 persen tahun 2000. Jumlah rata-rata antibiotika yang diresepkan menurun pada tahun 2000. Rata-rata pengeluaran biaya juga dapat ditekan cukup banyak, pada tahun 1996 sebesar 31,45 dollar AS menjadi 21,04 dollar AS per anak tahun 2000.

Di Indonesia belum ada data resmi tentang penggunaan antibiotika. Sehingga banyak pihak saat ini tidak khawatir dan sepertinya tidak bermasalah. Tetapi berdasarkan tingkat pendidikan atau pengetahuan masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian antibiotika di Indonesia jauh banyak dan lebih mencemaskan dan secara tidak langsung mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.

5 Indikasi Pemberian Antibiotika

1. Indikasi yang tepat dan benar dalam pemberian antibiotika pada anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) indikasi pemberian antibiotika adalah bila batuk dan pilek berkelanjutan selama lebih 10 - 14 hari yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan pagi hari). Batuk malam dan pagi hari biasanya berkaitan dengan alergi atau bukan lagi dalam fase infeksi dan tidak perlu antibiotika

2. Bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas lebih dari 39 derajat Celcius dengan cairan hidung purulen, nyeri, pembengkakan sekitar mata dan wajah. Pilihan pertama pengobatan antibiotika untuk kasus ini cukup dengan pemberian Amoxicillin, Amoxicillinm atau Clavulanate. Bila dalam 2 - 3 hari membaik pengobatan dapat dilanjutkan selama 7 hari setelah keluhan membaik atau biasanya selama 10 - 14 hari.

3. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus. Penyakit ini pada umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih. Pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini.

4. Infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur darah atau urine. Apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, dilakukan pemeriksaan kultur urine. Setelah beberapa hari akan diketahui bila ada infeksi bakteri berikut jenis dan sensitivitas terhadap antibiotika.

5. Penyakit Tifus. Untuk mengetahui penyakit tifus harus dilakukan pemeriksaan darah Widal dan kultur darah gal. Anak usia di bawah 5 tahun yang mengalami infeksi virus sering mengalami overdiagnosis penyakit Tifus. Sering terjadi kesalahan persepsi dalam pembacaan hasil laboratorium. Infeksi virus dengan peningkatan sedikit pemeriksaan nilai widal sudah divonis gejala tifus dan dihantam dengan antibiotika.

Kondisi yang tak perlu antibiotika

Rekomendasi dan penyuluhan kepada para orangtua dan dokter di Amerika Serikat telah dilakukan atas kerjasama CDC dan AAP (American Academy of Pediatrics) sejak 10 tahun lalu. Penyuluhan ini untuk memberikan pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika.

Di Indonesia, mitos dan kekeliruan masih banyak dianut sebagian dokter di Indonesia. Berikut adalah kondisi yang sebenarnya tak perlu menggunakan antibiotika.

1. Pilek, panas dan batuk adalah gejala dari Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang disebabkan virus.

2. Perubahan warna dahak dan ingus menjadi kental kuning, berlendir dan kehijauan adalah merupakan perjalanan klinis infeksi saluran napas atas karena virus, dan bukan merupakan indikasi antibiotika.

3. Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit dan mencegah infeksi tumpangan bakteri.

4. Sebagian besar kasus penyakit pada anak yang berobat jalan penyebabnya adalah virus. Dengan kata lain, seharusnya kemungkinan penggunaan antibiotika yang benar tidak besar atau mungkin hanya sekitar 10 - 15% penderita anak. Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk "self limiting disease" atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5 - 7 hari. Sebagian besar penyakit infeksi diare, batuk, pilek dan panas penyebabnya adalah virus. Secara umum setiap anak akan mengalami 2 hingga 9 kali penyakit saluran napas karena virus. Sebaiknya jangan terlalu mudah mendiagnosis (overdiagnosis) sinusitis pada anak. Bila tidak terdapat komplikasi lainnya secara alamiah pilek, batuk dan pengeluaran cairan hidung akan menetap paling lama sampai 14 hari setelah gejala lainnya membaik

5. Sebuah penelitian terhadap gejala pada 139 penderita pilek(flu) karena virus didapatkan bahwa pemberian antibiotik pada kelompok kontrol tidak memperbaiki cairan mucopurulent dari hidung. Antibiotika tidak efektif mengobati infeksi saluran napas atas dan tidak mencegah infeksi bakteri tumpangan. Sebagian besar infeksi saluran napas atas termasuk sinus paranasalis sangat jarang sekali terjadi komplikasi bakteri.

Sumber Artikel:http://health.kompas.com/read/2013/04/09/09160296/5.Penyakit.Anak.Yang.Perlu.dan.Tak.Perlu.Antibiotika
11.52 | 0 komentar | Read More

Inilah 13 Nutrisi Penting untuk Cerdaskan Anak

KOMPAS.com - Kecerdasan dipengaruhi faktor keturunan atau genetik dan faktor lingkungan termasuk asupan gizi. Seorang anak dapat mengembangkan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus menerus. Kebutuhan fisik dan biologis terutama gizi yang baik sejak di dalam kandungan sampai remaja terutama untuk perkembangan otak, pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan, dan ketrampilan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pemberian nutrisi yang lengkap dan seimbang sejak di dalam kandungan sampai usia 3 tahun, maka semakin banyak jumlah sel-sel otak bayi. Semakin bagus kualitas percabangan sel-sel otak, dan semakin bagus fungsi sinaps antara sel-sel otak bayi dan balita.

Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3 - 4 bulan di dalam kandungan ibu, kemudian setelah lahir sampai umur 3 - 4 tahun jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai milyaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel-sel tersebut. Sel-sel saraf otak balita berkembang sangat pesat. Hal ini dapat diketahui dari penambahan berat otak ataupun lingkar kepala balita. Ketika bayi lahir, beratnya sekitar 25% dari otak orang dewasa. Kemudian pada usia setahun beratnya sudah mencapai 70% usia otak dewasa.

Proses perkembangan otak ini berlangsung sangat cepat hingga balita berusia 3 tahun. Setelah ini, proses akan berjalan melambat, yakni pada usia sekolah dan usia remaja. Mulai kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antar sel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi yang dilakukan oleh lingkungan kepada bayi-balita tersebut. Perkembangan sirkuit otak sangat bergantung pada kualitas nutrisi dan stimulasi yang didapat oleh balita, sejak dalam kandungan, sampai tiga tahun setelah ia dilahirkan.

Dengan pemberian nutrisi yang lengkap dan seimbang sejak di dalam kandungan sampai usia 3 tahun, maka semakin banyak jumlah sel-sel otak bayi. Semakin bagus kualitas percabangan sel-sel otak, dan semakin bagus fungsi sinaps antara sel-sel otak bayi dan balita. Karena tumbuh kembang otak sejak kehamilan 6 bulan sampai umur 2 tahun sangat cepat dan penting, maka bayi membutuhkan banyak protein, karbohidrat dan lemak, karena sampai berumur 1 tahun 60% enerji makanan bayi digunakan untuk pertumbuhan otak. Selain itu, bayi dan balita membutuhkan vitamin B1, B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, AA, DHA, sphyngomyelin, sialic acid, dan asam-asam amino seperti tyrosine dan tryptophan. ASI mengandung semua kebutuhan nutrisi tersebut, termasuk AA, DHA, sphyngomyelin dan sialic acid.

Kenali 13 Nutrisi Penting Meningkatkan Kecerdasan Anak :
  • AA (Arachidonic acid) dan DHA (Docosahexanoid acid) Zat gizi ini termasuk golongan long chain polyunsaturated fatty acid (LC PUFA), yaitu golongan asam lemak esensial, di mana asam lemak tidak bisa dibentuk oleh tubuh -harus didapat dari luar. AA dan DHA bisa ditemukan dalam ASI. Pun bisa didapatkan dalam ikan tuna, salmon, makarel, sarden, daging, telur. AA dan DHA sangat bermanfaat untuk pertumbuhan sistem saraf pusat dan fungsi visual/penglihatan. DHA berperan dalam pembentukan sel-sel saraf dan synapse (cabang sel saraf). Sedangkan AA berfungsi sebagai neurotransmitter (zat penghantar). Memang, ada penelitian yang menyebutkan AA-DHA perlu ditambahkan pada susu formula agar kecerdasan dan visual bayi lebih tinggi. Tapi ada juga penelitian yang mengatakan hal tersebut belum tentu benar dan tidak akurat. Sehingga hal ini masih kontroversi.
  • Asam lemak omega 3, 6, 9 penting untuk membentuk pembungkus syaraf, demikian pula sphyngomyelin. Omega-3, Asam-asam lemak omega-3 sangat penting bagi kesehatan kita. Bahkan sering disebut sebagai yang paling penting di antara asam-asam lemak karena memiliki efek anti peradangan dan anti penggumpalan darah. Asam-asam lemak omega-3 juga baik bagi sistim saraf pusat dan otak. Penelitian di Inggris telah membuktikan bahwa anak-anak yang diberi asam-asam lemak esensial memperlihatkan nilai lebih tinggi pada ujian membaca sekaligus perbaikan pada keseluruhan perilaku mereka. Tidak aneh jika asam lemak ini banyak digunakan dalam terapi anak-anak/orang yang mengalami hiperaktif dan gangguan perhatian, juga gangguan mental seperti Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) dan depresi. Induk dari asam lemak omega-3 adalah alpha linolenic acid (ALA) yang dapat dikonversi tubuh menjadi eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). EPA, dan DHA memiliki efek anti peradangan yang sangat ampuh sekaligus memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Asam lemak omega-3 disebut esensial karena tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan. Sayangnya, asupan omega-3 ini justru yang paling kurang dalam pola makan kita sekarang. Selain dari ikan berlemak tinggi seperti salmon atau tuna, omega-3 juga dapat diperoleh dari kacang walnut, biji kapok (flaxseeds), dan sayuran berdaun hijau. Omega-6, Walaupun memiliki efek proinflamasi atau properadangan, asam lemak omega-6 ternyata juga menyimpan unsur anti peradangan. Asam lemak omega-6 sama pentingnya seperti asam lemak omega-3, meski jumlahnya tidak dianjurkan sebesar omega-3. Namun faktanya, kebanyakan orang sekarang justru lebih banyak mengkonsumsi asam lemak omega-6 dibandingkan omega-3. Hal ini disebabkan karena banyak makanan yang sehari-hari kita makan, menggunakan minyak yang tinggi asam lemak omega-6. Sebut saja minyak jagung, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, atau minyak canola. Pola makan kita sehari-hari pada umumnya cukup menyediakan asam lemak ini, kecuali kita menjalani diet sangat rendah lemak. Karena selain dari minyak nabati, asam lemak omega-6 juga dapat diperoleh dari sayuran berdaun, biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia. Omega-9, Asam lemak omega-9 adalah asam lemak terbanyak yang dapat ditemukan di alam, sehingga sangat kecil kemungkinannya tubuh kita dapat kekurangan asam lemak ini. Omega-9 tidak termasuk asam lemak esensial karena tubuh kita mampu mensintesanya sendiri dari lemak-lemak tak jenuh dalam tubuh. Omega-9 terdapat dalam lemak hewan dan minyak nabati, khususnya minyak zaitun. Yang menarik, minyak yang dibuat oleh kelenjar kulit kita ternyata sama dengan omega-9 yang ditemukan berlimpah dalam minyak zaitun, yaitu asam oleat. Minyak zaitun juga mengandung asam lemak jenuh yang dikenal sebagai asam palmitat, tetapi tidak mengandung omega-3 atau omega-6 seperti yang dipercaya banyak orang selama ini. Bahwa minyak zaitun banyak diberitakan memiliki sejumlah manfaat kesehatan, itu lebih karena kandungan polifenolnya ketimbang kandungan asam lemaknya. Polifenol juga memiliki efek antioksidan, anti peradangan, anti penggumpalan darah, dan anti bakterial seperti asam lemak omega-3.
  • Asam amino membentuk struktur otak dan zat penghantar rangsang (zat neurotransmitter) pada sambungan sel syaraf. Asparagin, diciptakan dari asam amino, dan Asam aspartat, diperlukan untuk menjaga keseimbangan dalam sistem saraf pusat. Seperti yang diubah kembali menjadi asam aspartat, asparagin melepaskan energi yang sel-sel saraf otak dan menggunakan sistem untuk metabolisme. Asam amino yang berperan untuk mengatur pembentukan senyawa serotonin yang terlibat di dalam sistem saraf atau acetylcholine yang penting untuk daya ingat. Sumber-sumber asam amino yang berkualitas tinggi adalah protein hewani, misalnya daging sapi, daging ayam, telur, produk susu (dairy product). Kacang kedelai adalah sumber asam amino dengan kualitas yang hampir menyamai protein hewani. Protein nabati selain kedelai adalah sumber asam amino kualitas nomor dua. Misalnya, avokad, gandum cokelat, biji labu, dan kacang-kacangan, termasuk kacang hijau, kacang tanah, dan kacang polong. Buah, sayur, dan gelatin adalah sumber asam amino berkualitas rendah yang berarti dapat melakukan fungsi dasarnya tetapi untuk waktu yang tidak lama. Glutein adalah protein yang terkandung dalam biji sereal (padi, jagung, gandum, jelai, sorgum), kasein terkandung dalam susu, vitelin adalah protein yang membina kuning telur, dan albumin terkandung dalam putih telur. Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter otak.
  • Tyrosine. Tyrosine merupakan asam amino penting, karena sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin yang memengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. Tirosin pertama kali di temukan dalam keju. Pada manusia, asam amino ini tidak bersifat esensial, tapi pembentukanya menggunakan bahan baku fenilalanin oleh enzim phehidroksilase. Menurut penelitian yang dilakukan oleh institut penelitian kesehatan Lingkungan Amerika Serikat tahun 1988, tirosin berfungsi pula sebagai obat stimulan dan penenang yang efektif untuk meningkatkan kinerja mental dan fisik di bawah tekanan, tanpa efek samping. Tirosin terkandung dalam hati ayam, keju, alpukat, pisang, ragi, ikan dan daging.
  • Triyptophane merupakan asam amino penting, karena sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin yang memengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. Triptofan merupakan asam amino esensial, ini merupakan beberapa sumber di dapatkan dari karbohidrat. Triptofan terdapat pada telur, daging, susu skim, pisang, susu, dan keju.
  • Vitamin B. Vitamin B dapat membantu perkembangan otak dan mengaktifkan fungsi otak yang pada akhirnya bisa meningkatkan memori. Penurunan memori pada otak sering dikaitkan dengan kekurangan Vitamin B. Makanan seperti telur, daging dan bayam, memiliki jumlah Vitamin B kompleks yang tinggi. Kekurangan Vitamin B-12 sering dikaitkan dengan kerusakan saraf, kehilangan memori, perubahan suasana hati dan kelambatan mental. Vitamin B-12 merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk pembentukan mylein, yang penting untuk membentuk lapisan di sekitar serat saraf yang bertindak seperti isolasi. Vitamin ini banyak ditemukan dalam daging seperti daging sapi, kambing, ikan dan domba. Vitamin B-6 sangat penting untuk fungsi neurotransmitter dan perkembangan otak. Kekurangan Vitamin B6 dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan menyebabkan kehilangan memori jangka pendek. Gejala lain yang bisa Anda alami termasuk depresi dan kecemasan. Kacang-kacangan, wortel, dan biji bunga matahari merupakan makanan sehat yang kaya akan Vitamin B-6.
  • Asparagin. Asparagin di perlukan oleh sistem saraf untuk menjaga kesetimbangan dan di perlukan pula dalam transformasi asam amino. Asparagin di temukan pula pada daging (segala macam sumber), telur dan susu (serta produk turunanya).
  • Zat Besi. Zat besi adalah unsur penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktivitas saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Zat besi ditemukan dalam otak secara tidak merata, sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian otak tersebut. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan rendahnya kecerdasan. Pemberian zat besi secara suntikan selama 5 hingga 10 hari untuk bayi yang anemia akibat kekurangan zat besi dapat memperbaiki kemampuan anak. Perbaikan terlihat berupa peningkatan IQ, perbaikan perilaku, dan konsentrasi anak. Sumber makanan mengandung zat besi tertinggi diantara adalah : Kulit Kentang memiliki zat besi lima kali lebih besar dibanding daging kentangnya sendiri. Kacang-kacangan memiliki zat besi yang banyak. Dalam 100 gram kacang terdapat 5mg zat besi dan 102mg kalsium. Roti Gandum mengandung zat besi yang besar Buah Prune, adalahjenis buah yang memiliki banyak zat besi dibanding buah apel dan pepaya. Dalam jus prune terdapat 3mg zat besi. Bayam, telur, daging sapi, kangkung, jagung, Chard, Aprikot, jeruk, bit hijau, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang lentil, sereal.
  • Yodium. Kekurangan yodium menyebabkan rendahnya kecerdasan. Fungsi iodium di dalam tubuh, terangnya, adalah membentuk hormon di dalam kelenjar tiroid. Sekresi hormon tiroid dipertahankan sedemikian rupa melalui mekanisme umpan balik, sehingga kadarnya optimal untuk menjalankan fungsinya. Jika karena suatu sebab, produksi hormon tiroid kurang, akan terjadi hipotiroid, bila kelebihan akan terjadi hipertiroid. Pada hipotiroid, pergerakan menjadi lamban, kadar protein dalam cairan otak meningkat. Hormon tiroid mempunyai efek yang nyata pada perkembangan otak, membuat peka sistem syaraf dan meningkatkan aktivitas otak. Makanan Sumber Yodium adalah salmon, Tuna, Kerang, Cod, Herring, Garam beryodium, kelp, rumput laut, susu.
  • Seng. Seng dibutuhkan untuk pembelahan dan kemampuan membran sel-sel otak. Zatzinc atau seng adalah unsur dalam tubuh berjumlah kecil tetapi sangat dibutuhkan. Zat seng membentuk ratusan jenis enzim tubuh dan pemberi vitalitas. Zinc berpatisipasi dalam proses penyatuan protein dan nucleid acid, sehingga berpengaruh langsung terhadap pembelahan sel, pertumbuhan dan regenerasi sel. Selain itu zat seng berkait erat dengan pertumbuhan kecerdasan anak. Anak-anak yang kekurangan zat seng mengalami gangguan pertumbuhan kecerdasan. Makanan sumber seng adalah daging, kiacang-kacangan, seafood atau susu.
  • Vitamin E. Vitamin E dikenal baik untuk kulit dan rambut. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin E juga dapat meningkatkan fungsi otak. Vitamin ini dikenal sebagai antioksidan yang dapat menghambat perkembangan tahap pertama dari penyakit Alzeimer. Almond, sayuran berdaun hijau, minyak bunga matahari dan hazelnut merupakan makanan yang memiliki kandungan Vitamin E yang berlimpah.
  • Sialic acid (SA). Sialic acid bukan zat-gizi esensial,. Zat ini dapat disintesis tubuh dari prekusor-prekusor (cikal-bakal) monosakarida (karbohidrat), protein di dalam hati. Sialic acid (SA) dibutuhkan untuk membangun gangliosida membran sel otak/saraf. Gangliosida berada di ujung sel-sel saraf (sinaps), yang berperan penting dalam proses penghantaran impuls dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya, yang berpengaruh terhadap kecepatan proses pembelajaran (learning) dan pembentukan memori. Sumber makanan silaic Acid diantaranya adalah susu, kacang-kacangan, daging sapi dll
  • Sphingomyelin Sphingomyelin bukan zat-gizi esensial -- sphingomyelin dapat disintesis tubuh dari prekusor-prekusor (cikal-bakal) lemak, monosakarida, protein. Peranan Sphingomyelin sendiri berada dalam pembentukan myelin dan ini berfungsi untuk menyelimuti sel syaraf yang akan membantu impuls pada sel syaraf tersebut. Proses penyelimutan dari syaraf inilah yang kemudian dikenal dengan nama myelinasi. Myelin adalah lembar yang kaya lipid dimana komponen utamanya adalah sphingomyelin dan metabolit sphingolipid lain. Fungsi dari Myelin ini sendiri adalah untuk mempercepat impuls dari satu sel syaraf ke yang lainnya, termasuk otot dan sel target lain. Semakin banyak penelitian sekarang ini yang memfokuskan dalam peranan Sphingomyelin dalam perkembangan sel syaraf. Makanan yang mengandung sphingomyelin tinggi adalah ASI, susu sapi dan kedelai.

Dengan memberikan nutrisi penting untuk kecerdasan, bukan berarti langsung akan menjadi cerdas. Karena fungsi kecerdasan dipengaruhi tiga faktor penting yang saling berkaitan yaitu genetik, nutrisi, dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling utama adalah stimulasi dini untuk kecerdasan anak. Makin dini dilakukan stimulasi, maka perkembangan otak makin baik.

Jadi, nutrisi sehebat apapun juga tidak akan berarti bagi kecerdasan anak di masa depan bila faktor genetik dan lingkungan diabaikan. Sayang dalam praktik sehari-hari banyak orangtua yang mengejar cara instan dengan menggebu-gebu memberikan makanan dengan nutrisi demi kecerdasan anak tetapi fenomena alamiah lainnya seperti faktor genetik dan stimulasi diabaikan.
10.54 | 0 komentar | Read More

Benarkah Anak Sulit Makan karena Kebanyakan Susu?

KOMPAS.com - Beberapa anak yang sulit makan disarankan untuk menghentikan susu dan ASI. Terlalu banyak minum susu atau sering ngempeng payudara ibu saat minum ASI dianggap sebagai penyebabnya.

Beberapa dokter ada yang mengadviskan menghentikan susu, bahkan ada yang menyarankan stop ASI karena menganggap anak terlalu sering ngempeng ibunya. Tetapi faktanya, saat susu dan ASI dihentikan, ternyata anak tetap sulit makan karena penyebab utama sulit makan tidak diperhatikan dan diperbaiki.

Penyebab utama anak sulit makan salah satunya adalah gangguan minimal fungsi saluran cerna pada anak. Sebenarnya, saat anak tidak mau makan atau menolak bukan karena terlalu banyak susu atau sering ngempeng, melainkan nafsu makan yang berkurang.

Keadaan ini sering terjadi pada anak kesulitan makan dengan gangguan fungsi saluran cerna seperti mudah muntah saat menangis atau batuk atau mudah mual saat disuap makanan atau memasukkan tangan ke mulut. Saat terjadi keluhan mual, biasanya nafsu makannya menurun.

Pada saat inilah anak menutup mulut, menepis makanan atau menolak makanan. Saat ibu mengikuti saran menghentikan susu dan menghentikan ASI, banyak kasus anak tetap saja sulit makan karena penyebab utama saluran cerna tidak diperbaiki.

Bahkan, banyak anak sulit makan meski tidak makan seharian karena memang nafsu makannya hilang saat terjadi mual dan muntah. Justru saat susu dan ASI dihentikan, faktanya banyak anak tetap sulit makan bahkan memngakibatkan berat badannya semakin menurun karena asupan gizinya semakin berkurang.

Susu menjadi penyebab sulit makan bila saat jam makan diberi susu. Sebaiknya, beberapa jam sebelum jam makan tiba anak tidak diberi susu. Tetapi saat anak tetap sulit makan setelah itu tetap harus diberi susu untuk pengganti asupan giizi yang kurang.

Penanganan Terbaik Atasi Penyebabnya

Penyebab tersering sulit makan pada anak dapat dikelompokkan dalam 3 hal, di antaranya adalah hilang nafsu makan anak, gangguan oral motor dan penyebab jarang adalah gangguan psikologis

- Hilangnya Nafsu Makan

Pengaruh hilang atau berkurangnya nafsu makan tampaknya merupakan penyebab utama masalah kesulitan makan pada anak. Pengaruh nafsu makan ini bisa mulai dari yang ringan (berkurang nafsu makan) hingga berat (tidak ada nafsu makan). Tampilan gangguan yang ringan berupa minum susu botol sering sisa, waktu minum ASI berkurang (sebelumnya 20 menit menjadi 10 menit), makan sering sisa atau hanya sedikit atau mengeluarkan dan menyembur-nyemburkan makanan di mulut. Sedangkan gangguan yang lebih berat tampak anak menutup rapat mulutnya atau tidak mau makan dan minum sama sekali.

- Gangguan Fungsi Saluran Cerna

Berkurang atau hilangnya nafsu makan ini sering diakibatkan karena gangguan fungsi saluran cerna, khususnya anak dengan gangguan mual, mudah muntah dan gangguan buang air besar. Gangguan fungsi pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan. Tanda dan gejala yang menunjukkan adanya gangguan tersebut adalah perut kembung, sering "cegukan", sering buang angin, sering muntah atau seperti hendak muntah bila disuapin makan. Gampang timbul muntah terutama bila menangis, berteriak, tertawa, berlari atau bila marah. Sering nyeri perut sesaat, bersifat hilang timbul. Sulit buang air besar (bila buang air besar "ngeden", tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing) atau cair disertai bentuk seperti biji lombok, pernah ada riwayat berak darah.

Gangguan tidur malam : malam rewel, kolik, tiba-tiba mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau. Gangguan saluran cerna biasanya disertai kulit yang sensitif. Sering timbul bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya. Saat bayi sering timbul gangguan kulit di pipi, sekitar mulut, sekitar daerah popok dan sebagainya. Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa karena sering terjadi pada banyak anak. Padahal bila diamati secara cermat, tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang sangat mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak.

- Gangguan Proses Makan atau Gangguan Oral Motor

Gangguan proses makan atau gangguan oral motor tampak tampilan anak makan pilih-pilih. Anak hanya mau makanan tertentu yang tidak berserat dan yang crispy. Saat anak pilih-pilih makan dan sulit mengunyah menelan, nutrisi yang bisa masuk hanyalah susu. Faktor inilah yang mengakibatkan anak dengan gangguan oral motor yang tidak ringan hanya bisa minum susu tidak mau makanan lainnya. Hal ini sering dianggap anak tidak mau makan karena kebanyakan minum susu. Gangguan oral motor dan nafsu makan yang berkurang sering disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna.

Data yang ada di Picky Eaters Clinic Jakarta, sebagian besar penderita atau sekitar 90 persen penderita sulit makan sering disertai gangguan alergi dan hipersensitiftas saluran cerna. Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut.

Pergerakan motorik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau gangguan oral motor tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Tampilan klinis gangguan mengunyah adalah keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun, tidak bisa makan daging sapi (empal) atau sayur berserat seperti kangkung. Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh.

Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna. Tetapi, kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti krupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kunyahan. Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkan kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja. Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cadel, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti).

Gangguan motorik proses makan ini biasanya disertai oleh gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter "W". Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan. Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Mudah marah serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru.

Gangguan saluran pencernaan tampaknya merupakan faktor penyebab terpenting dalam gangguan proses makan di mulut. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan teori "Gut Brain Axis". Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna, maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut. Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan nafsu makan yang makan yang tidak baik.

Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu.

Gejala kesulitan makan pada anak adalah (1) Memuntahkan atau menyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil.

Berbagai tip dan cara pemberian makanan bagi anak termasuk menghentikan minum susu dan menghentikan ASI, ternyata kurang bermanfaat bila penyebab utama gangguan saluran cerna pada anak sulit makan tidak diperbaiki. Ternyata saat dilakukan intervensi penanganan gangguan fungsi saluran cerna terdapat perbaikan diikuti membaiknya nafsu makan anak.

Sumber Artikel: health.kompas.com/read/2013/05/06/18245832/Benarkah.Anak.Sulit.Makan.karena.Kebanyakan.Susu.
10.32 | 0 komentar | Read More

Perlukah Ganti Sikat Gigi Setelah Radang Tenggorokan?

Kompas.com - Saat kita terkena radang tenggorokan, bakteri penyebab penyakit ini akan dengan mudah menempel di sikat gigi yang dipakai. Karena itu beberapa ahli merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi dengan yang baru setelah sembuh dari radang tenggorokan.

Namun penelitian terbaru yang dilakukan tim dari Texas, AS, menyebutkan tak perlu mengganti sikat gigi setelah kita menderita flu atau radang tenggorokan.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menumbuhkan bakteri grup A Streptococcus (GAS) pemicu radang tenggorokan, di sikat gigi yang sebelumnya telah terpapar bakteri ini dalam kondisi yang diciptakan di laboratorium. Ternyata patogen itu tumbuh di sikat gigi dan bertahan sampai dengan 48 jam.

Meski begitu, dua buah sikat gigi baru yang belum terpapar GAS juga menumbuhkan bakteri itu, meski sikat gigi itu dibuka dari kemasannya dalam kondisi steril.

Sikat gigi ukuran dewasa menumbuhkan bakteri bacilli gram negatif, sementara di sikat gigi anak tumbuh cocci gram positif, yang dikenali sebagai Staphylococcus.

Berangkat dari hal tersebut, para peneliti menumbuhkan GAS pada sikat gigi yang sudah dipakai oleh anak yang baru terkena radang tenggorokan. Mereka merekrut 14 pasien yang terdiagnosis radang tenggorokan, 13 pasien yang menderita radang tenggorokan tetapi bukan karena bakteri, dan 27 pasien sehat. Seluruh pasien berusia antara 2-20 tahun.

Setiap subyek diminta untuk menyikat gigi selama satu menit menggunakan sikat gigi baru. Kemudian sikat gigi itu diletakkan di tempat dengan tutup steril dan dibawa ke lab untuk diuji.

Ternyata hanya ada satu sikat gigi yang bisa menumbuhkan bakteri dan itu berasal dari pasien yang terkena radang tenggorokan bukan karena bakteri. Di kebanyakan sikat gigi kebanyakan hanya tumbuh bakteri yang memang lazim ditemukan di mulut.

Menurut Judith L.Rowen, dokter gigi anak, menyebutkan bahwa hasil penelitian itu membuktikan bahwa kita tak perlu mengganti gigi setelah sembuh dari radang tenggorokan.

Sumber Artikel:http://health.kompas.com/read/2013/05/07/09533562/Perlukah.Ganti.Sikat.Gigi.Setelah.Radang.Tenggorokan.
10.24 | 0 komentar | Read More

Pembatasan Gula, Garam dan Lemak Tidak Mudah

KOMPAS.com - Penerapan peraturan menteri kesehatan (Permenkes) mengenai pembatasan gula, garam dan lemak dinilai tidak akan mudah. Hal ini dikarenakan selera masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Belum lagi penerapannya akan melibatkan banyak pelaku industri makanan dan minuman. Namun demikian, pembatasan ini bukan hal mustahil untuk dilakukan.

"Meski tidak sederhana, peraturan ini intinya edukasi dan pembiasaan. Masyarakat dan pelaku usaha harus sadar bahayanya konsumsi gula dan garam berlebihan," kata Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Roy Sparingga, Senin (6/5/2013) di Jakarta.

Berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan hiperkolesterol diawali dari kebiasaan konsumsi gula garam dan lemak secara berlebihan. Dalam upaya melindungi masyarakat dari konsumsi berlebih garam, gula, dan lemak, pemerintah segera menerbitkan Permenkes. Peraturan ini masih dalam tahap pembahasan dan diharapkan segera rampung dalam waktu dekat.

Kendati tidak mudah, penerapan Permenkes ini kata Roy akan membantu masyarakat mengetahui kadar gula dan garam pada hidangan yang disantap. Setiap hidangan, menurut Roy, akan dilengkapi label kandungan gula dan garam di dalamnya. Kemasan hidangan juga akan disisipi pesan pentingnya menjaga kesehatan, dengan keseimbangan asupan nutrisi.

Selanjutnya, menurut Roy, BPOM akan melakukan studi tentang makanan favorit orang Indonesia. Dengan studi ini, BPOM akan mengetahui berapa asupan gula dan garam masyarakat Indonesia setiap harinya.

Masyarakat dan BPOM juga bisa mengetahui seberapa besar risiko menderita penyakit tidak menular, akibat mengkonsumsi hidangan tersebut. Dengan menggunakan evidence base, BPOM juga lebih mudah menentukan sasaran utama sosialisasi dari sisi pengusaha maupun konsumen.

Permenkes pembatasan gula garam sebetulnya ditargetkan selesai awal 2012. Dalam peraturan ini, konsumsi garam dianjurkan 5 gram (setara 1 sendok teh) per orang per hari. Untuk gula, konsumsi gula yang disarankan adalah 50 gram (4 sendok makan). Peraturan juga berlaku untuk konsumsi lemak sebesar 78 gram (1,5-3 sendok makan).

Senada dengan Roy, Direktur Penyakit Tidak Menular Dirjen P2PL Kementerian Kesehatan RI, Dr.Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes juga berharap aturan ini bisa segera berlaku. "Mungkin dalam 2-3 tahun bisa segera berlaku. Saat ini kita melakukan sosialisasi pada pelaku usaha," katanya.

Dia juga mengatakan, akan menyosialisasikan pada industri hidangan besar terlebih dulu. Ekowati berharap peraturan ini akan membuka pengetahuan masyarakat Indonesia. Selanjutnya pengetahuan akan berdampak pada penurunan jumlah penderita diabetes, tekanan darah tinggi, dan gagal jantung.

Sumber Artikel:http://health.kompas.com/read/2013/05/07/11425336/Pembatasan.Gula.Garam.dan.Lemak.Tidak.Mudah
10.20 | 0 komentar | Read More

Waspada, "Tanning Bed" Memicu Kanker

Kompas.com - Kulit terlalu putih dan pucat dianggap tampak tidak sehat oleh sebagian besar wanita di negara barat. Belakangan, tren kulit gelap juga diminati wanita di Indonesia. Namun berhati-hatilah memilih cara menggelapkan kulit. Penggunaan tanning bed atau tempat tidur khusus dengan sinar ultraviolet dianggap bisa menyebabkan kanker.

Badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) mengatakan, tanning bed tidak boleh digunakan oleh orang berusia kurang dari 18 tahun. FDA juga mensyaratkan perusahaan pembuat tanning beds memenuhi standar keamanan dan desain termasuk adanya pengatur waktu dan batasan radiasi yang diizinkan.

Peringatan tersebut disampaikan untuk menekan kasus melanoma, salah satu bentuk kanker kulit mematikan, yang kasusnya terus meningkat dalam 30 tahun terakhir. Diperkirakan 2,3 juta remaja Amerika menggunakan tanning beds tiap tahunnya untuk mendapatkan kulit gelap.

Studi terbaru menunjukkan risiko melanoma 75 persen lebih tinggi pada orang yang terekspos ultraviolet saat proses indoor tanning. Meski kebanyakan kasus baru terdiagnosa di usia 40 dan 50 tahun, tetapi penyakit ini terkait dengan paparan sinar ultraviolet di usia muda.

Pada dokter juga telah meminta pemerintah AS mengambil tindakan pada maraknya penggunaan tanning bed dalam beberapa tahun terakhir serta tingginya jumlah kasus kanker kulit pada orang muda.

Sebuah penelitian tahun 2012 di Missouri menemukan, 65 persen dari 250 bisnis penggelapan kulit yang ada menerima pelanggan anak berusia 10 sampai 12 tahun tanpa pengawasan orangtua.

Saat ini tanning beds masih dikelompokkan dalam alat berisiko rendah, sama seperti perban atau penekan lidah. Namun tanning beds akan segera masuk ke klasifikasi alat berisiko sedang, atau kelas 2. Kondisi ini akan mempermudah FDA untuk memantau keamanan dan desain sebelum produsen menjualnya.

Standar keamanan sangat penting karena studi terbaru menunjukkan beberapa tanning bed bisa menyebabkan terbakar (sunburn) ketika digunakan langsung ke kulit. Hasil penelitian pada 2009 menunjukkan 58 persen orang dewasa yang menggelapkan kulitnya di dalam ruangan mengalami kulit terbakar sinar matahari.

“Jika menjalani indoor tanning seharusnya tidak terbakar. Dengan aturan ini produsen wajib meperbaiki spesifikasi alat,” kata Dr. Jeffrey Shuren, Direktur FDA untuk alat kedokteran dan kesehatan.

Peringatan FDA sendiri tidak akan tertempel pada tanning beds, tapi lebih kepada promosi material dan peringatan di situs terkait.

Sumber Artikel: http://health.kompas.com/read/2013/05/07/14121363/Waspada.Tanning.Bed.Memicu.Kanker
10.17 | 0 komentar | Read More

Obat Migrain Saat Hamil Kurangi Kecerdasan Bayi

KOMPAS.com - Penggunaan obat untuk mengatasi migrain saat hamil sebaiknya lebih berhati-hati. Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) memperingatkan, obat migrain yang mengandung asam valproat sebaiknya tidak diminum saat hamil karena dapat menurunkan kecerdasan bayi.

Direktur Divisi Produk Neurologi FDA Dr. Russell Katz mengatakan, obat-obatan yang mengandung asam valproat seharusnya tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil sebagai pencegahan migrain. Risiko dari penggunaan obat-obatan ini lebih besar ketimbang manfaatnya.

Obat-obatan yang mengandung asam valproat telah disetujui FDA untuk tujuan pengobatan beberapa penyakit, seperti migrain, epilepsi, dan gangguan bipolar.

Peringatan dari FDA ini baru dibuat setelah terjadinya kasus anak-anak yang memiliki angka IQ yang lebih rendah 11 poin saat berusia 6 tahun. Setelah ditelusuri, ibu mereka mengonsumsi obat yang mengandung asam valproat saat hamil.

Masih belum diketahui kapan tepatnya pada periode kehamilan obat mengandung asam valproat berpengaruh pada penurunan kecerdasan bayi. Namun pada studi yang dilakukan FDA ini, para wanita yang diteliti mengonsumi obat asam valproat sepanjang kehamilan mereka.

Kendati demikian, obat-obatan mengandung asam valproat tetap boleh dikonsumsi saat kehamilan apabila pengobatan lainnya tidak mampu untuk mengatasi gejala epilepsi atau gangguan bipolar pada sang ibu.

FDA mengatakan, wanita hamil boleh mengonsumsi obat-obatan asam valproat dengan tujuan pengobatan, bukan pencegahan. Saat dalam pengobatan dan terjadi kehamilan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apabila penggunaan obat bisa dihentikan sementara waktu.

Ada beberapa cara alamiah yang bisa dilakukan calon ibu untuk mengatasi migrain, antara lain beristirahat cukup, rileksasi, sampai teknik pijatan tertentu.

Sumber Artikel:http://health.kompas.com/read/2013/05/07/12021566/Obat.Migrain.Saat.Hamil.Kurangi.Kecerdasan.Bayi
10.13 | 0 komentar | Read More

Selain Kalsium, Tulang Anak juga Perlu Magnesium

KOMPAS.com - Susu sebagai sumber kalsium yang baik memang perlu dikonsumsi untuk menjamin pertumbuhan tulang yang sehat. Namun ternyata kalsium saja tidak cukup. Sebuah riset baru menunjukkan biji-bijian, cokelat hitam, salmon, dan almond juga penting untuk kesehatan tulang anak. Makanan-makanan ini kaya akan magnesium.

Hasil riset yang dibahas dalam pertemuan tahunan Pediatric Academic di Washington DC ini menemukan bahwa makanan yang kaya magnesium memiliki peranan penting dalam membangun tulang.

Ketua studi Steven Abrams, seorang profesor pediatrics di Baylor College of Medicine di Houston mengatakan, banyak nutrien yang penting untuk kesehatan tulang anak, salah satu magnesium.

"Kalsium penting, namun pada anak dan remaja yang sangat kekurangan asupannya, kalsium tidak lebih penting dari magnesium," ujar Abrams.

Magnesium sudah diketahui sebagai elemen penting bagi kesehatan tulang bagi orang dewasa. Namun baru sedikit studi yang meneliti dampak asupan magnesium pada kesehatan tulang anak.

Dalam riset ini, para peneliti melibatkan 63 orang anak yang berusia empat hingga delapan tahun. Anak-anak ini tidak meminum suplemen multivitamin atau mineral apapun saat terlibat dalam riset.

Selama mengikuti riset, anak-anak dicatat asupan makanan yang dimakan. Kemudian mereka dikarantina selama dua malam agar bisa mendapat makanan dengan kadar kalsium dan magnesium yang terukur.

Selama dikarantina, kadar kalsium dan magnesium mereka diukur dengan menggunakan teknik yang disebut isotop stabil. Teknik ini dilakukan dengan memberikan magnesium dan kalsium non-radioaktif pada anak-anak, secara intravena dan oral. Kemudian anak-anak menjalani tes urin.

Dengan mengukur isotop stabil dalam urin, para peneliti bisa mengetahui berapa banyak kalsium dan magnesium diserap ke dalam tubuh. Selain itu para peneliti juga mengukur kepadatan mineral tulang dengan teknik sinar X.

Hasil riset menunjukkan, jumlah magnesium yang dikonsumsi dan diserap adalah prediktor kunci seberapa sehat tulang anak. Meskipun demikian, kalsium juga berhubungan secara signifikan terhadap kepadatan mineral tulang.

"Kami percaya bahwa sangat penting bagi anak-anak untuk memiliki pola makan yang sehat dan seimbang, dengan sumber mineral yang baik, termasuk kalsium dan magnesium," pungkas Abrams.

Sumber Artikel:http://health.kompas.com/read/2013/05/07/10321525/Selain.Kalsium.Tulang.Anak.juga.Perlu.Magnesium
10.10 | 0 komentar | Read More

Diet Justru Bikin Nafsu Makan Tambah Besar

KOMPAS.com - Seringkali saat kita sedang dalam program penurunan berat badan dengan membatasi asupan makanan, kita justru merasa lebih bernafsu saat melihat makanan-makanan yang tidak sehat. Ternyata fenomena ini lazim dialami oleh mereka yang sedang membatasi kalorinya secara ketat.

Penelitian dari Oregon Research Institute (ORI) menemukan bahwa membatasi jumlah kalori yang dimakan malah akan membuat napsu makan bertambah, terutama untuk makanan yang tidak sehat. Semakin lama Anda membatasi makan, semakin banyak makanan yang Anda makan setelahnya.

Peneliti senior dari ORI Dr. Eric Stice mengatakan, hasil ini unik karena yang pertama menunjukkan pembatasan kalori memiliki dampak pada area otak tertentu sehingga lebih tergoda pada makanan enak.

Stice dan timnya menelaah dua grup remaja yang melakukan diet. Remaja-remaja tersebut mengaku membatasi jumlah konsumsi kalori mereka.

Para peneliti menggunakan paradigma pencitraan otak untuk memonitor aktivitas yang terjadi di dalam otak. Tiga puluh empat peserta yang berada pada grup pertama ditunjukkan beberapa gambar makanan. Hasilnya terdapat lonjakan aktivitas yang nyata pada otak mereka saat diperlihatkan gambar makanan yang enak dibandingkan dengan makanan yang kurang enak.

Sementara itu, grup kedua yang terdiri dari 51 peserta diberikan perlakuan yang sama. Bedanya mereka diberikan kebebasan untuk mengonsumsi milkshake coklat atau cairan tanpa rasa. Hasilnya setelah tiga sampai 22 jam setelahnya, mereka yang meminum milkshake lebih tidak menunjukkan lonjakan di otaknya ketika melihat gambar makanan enak.

"Implikasi dari studi ini sangat jelas, yaitu jika orang ingin mengurangi kelebihan berat badan, akan lebih efektif jika mereka tetap makan makanan yang sehat, rendah lemak dan gula. Bukannya malah tidak makan apapun," ujar Stice.

Studi sebelumnya menunjukkan melewatkan waktu makan dan membatasi asupan kalori dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Membatasi kalori artinya membatasi nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam melanjutkan gaya hidup sehat.

Melewatkan makan dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang parah, sehingga saat makan selanjutnya, peningkatan gula darah terjadi dengan tiba-tiba. Hal ini berakibat buruk pada kesehatan.

Sumber Artikel:http://health.kompas.com/read/2013/05/07/14453660/Diet.Justru.Bikin.Nafsu.Makan.Tambah.Besar
10.05 | 0 komentar | Read More

Redakan Sakit Kepala dengan 6 Tip Sederhana

Written By Unknown on Selasa, 30 April 2013 | 08.12

Sakit kepala bisa datang menyerang Anda secara tidak terduga. Sakit kepala disebabkan oleh banyak hal. Namun beberapa penyebab umum sakit kepala dalam masyarakat modern adalah deadline pekerjaan, stres, beban kerja, kemacetan lalu lintas, dan masih banyak lagi. Apakah Anda sering mengalaminya?

Redakan-Sakit-Kepala-dengan-6-Tip-Sederhana

Secara umum, sakit kepala adalah respons tubuh terhadap stres fisik maupun emosional. Stres memicu kontraksi otot-otot di kepala dan leher yang kemudian menciptakan ketegangan dan sakit kepala. Stres juga membuat pembuluh darah menyempit yang selanjutnya menyebabkan migrain.

Bagi beberapa orang, sakit kepala adalah hal yang mengganggu meskipun tidak berlangsung begitu lama. Penting bagi Anda untuk mengatasinya, cobalah beberapa tip dibawah ini:

Campuran Jahe Dan Teh
Jahe bekerja melawan migrain dengan menghambat sintesis prostaglandin. Jahe juga membantu mengatasi rasa mual yang sering menyertai migrain.

Cara membuat: rebus teh hingga mendidih dan masukan ¾ irisan jahe ke dalam 2 cangkir air. Tutup selama 30 menit. Kemudian minumlah.
Gosokkan Minyak Thyme/Minyak Rosemary di Kepala
Oleskan satu atau dua tetes minyak thyme atau rosemary di dahi Anda. Gosok dengan lembut dipermukaan kulit, kemudian diamkan selama beberapa menit. Minyak thyme dan rosemary mengandung carvacrol yaitu suatu zat yang bertindak sebagai inhibitor COX-II, sejenis obat anti-peradangan seperti ibuprofen.

Teh Chamomile
Berikan diri Anda waktu untuk beristirahat sejenak disela-sela kesibukan untuk meringankan ketegangan yang menyebabkan sakit kepala. Teh chamomile memiliki senyawa yang membantu Anda rileks untuk meringankan rasa sakit. Seduh satu kantong teh chamomile dengan secangkir air matang. Tutup selama 10 menit, tambahkan madu sebagai pemanis dan minum secara perlahan di tempat yang tenang.

Rendam Kaki dengan Peppermint dan Minyak lavender
Beberapa ahli pengobatan tradisional percaya merendam kaki adalah salah satu obat yang ampuh untuk sakit kepala. Air panas akan menarik darah menuju kaki sehingga mengurangi tekanan pada pembuluh darah di kepala. Tambahkan beberapa tetes peppermint atau minyak lavender untuk aroma terapi.

Magnesium
Para penderita migrain memiliki kadar magnesium yang rendah did alam otak mereka selama serangan terjadi. Konsumsi suplemen yang mengandung magnesium dapat mencegah sakit kepala. Dapatkan asupan magnesium sebanyak 400 miligram per hari.

Vitamin B2
Sebuah penelitan memberikan 400 miligram vitamin B2 kepada setiap relawan yang mengikuti penelitian tersebut. Mereka diberikan suplemen vitamin B2 setiap hari selama tiga bulan dan dampaknya 50-59% relawan mengalami penurunan keluhan migrain. Jadi konsumsilah vitamin B2 ini untuk membantu mengatasi keluhan sakit kepala Anda.

Jika Anda sering terkena sakit kepala, cobalah 6 pereda sakit kepala sederhana ini agar keluhan Anda dapat segera teratasi. Semoga bermanfaat!

LAINNYA : Inilah Makanan Penyebab Sakit Kepala

Sumber:  http://id.she.yahoo.com/redakan-sakit-kepala-dengan-6-tip-sederhana-090155524.html
08.12 | 0 komentar | Read More

Formula penumbuh rambut dalam bentuk foam (busa) yang praktis

Formula penumbuh rambut dalam bentuk foam (busa) yang praktis digunakan dan merupakan merek nomor 1 yang paling direkomendasikan oleh ahli dermatologi.

Manfaat Produk:

Foam (busa) penumbuh rambut pertama dan satu-satunya yang disetujui FDA (Food and Drug Administration
  • Mudah digunakan dan cepat mengering
  • Mengandung L-Carnitine untuk membantu membakar lemak tubuh Anda
  • Terbukti secara klinis membantu menumbuhkan rambut
  • Membantu mengembalikan rambut rontok karena faktor keturunan
Spesifikasi dan Keunggulan Produk:
  • 5% Minoxidil Topical Aerosol
  • Khusus Pria
  • Kemasan 60 g (untuk 1 bulan)
Ukuran & Harga:
  • 60 g (2.11 oz) (Rp 250.000)
Sudah saatnya Anda kaum pria meninggalkan usaha pengobatan kebotakan lama Anda ke pengobatan klinis atau medis yang sudah terbukti dan disetujui oleh FDA, yaitu Minoxidil dan Finasteride. Rogaine Foam mengandung 5% minoxidil yang telah terbukti secara klinis dapat menumbuhkan kembali 85% rambut pria dalam 16 minggu (4 bulan) dengan pemakaian 2 kali sehari. Penggunaan rutin selama 4 bulan pertama sangatlah dianjurkan untuk hasil yang maksimal.

Pemakaian Semprotkan Men’s Rogaine Unscented Foam ke ujung jari Anda secukupnya, kemudian ratakan di kulit kepala di area kebotakan Anda. Pijat lembut dan perlahan dengan jari Anda kemudian biarkan mengering

Sumber:http://duniafitnes.com/store/mens-rogaine-unscented-foam/
08.08 | 0 komentar | Read More

Hindari Makanan Ini Saat Migren Menyerang

TRIBUNNEWS.COM - Sebagian orang mungkin pernah terkena migren. Serangan sakit kepala migrain yang dirasakan lebih menyiksa dan terkadang datang tiba-tiba. Penderita migrain akan merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukuli dan ditarik-tarik dan biasanya disertai dengan gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah.

Penderitanya pun cenderung menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara dan bau-bauan. Hal itu tentu amat mengganggu dan bisa menghambat segala aktifitas si penderita.

Apa sebenarnya migren itu? Pramono ahli gizi dari Banjarmasin menjelaskan dalam tulisannya di grup Gerakan Sadar Gizi, sakit kepala migren merupakan salah satu bentuk sakit kepala yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah. Sakit ini akibat terjadinya suatu kombinasi antara vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan dilepaskannya suatu zat kimia dari serat - serat saraf yang menyelimuti pembuluh darah tersebut. Saat migren menyerang, arteri temporal (arteri yang berjalan disekitar pelipis) akan melebar.

"Pelebaran ini akan menyebabkan terjadinya peregangan pada serat saraf disekitar arteri sehingga merangsang serat saraf ini melepaskan zat kimia. Zat ini akan menyebabkan terjadinya peradangan, dan rasa sakit yang luar biasa," tulis Pramono.

Dia menyarankan bagi mereka penderita migren, perlu memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa makanan dibawah ini perlu dihindari:

1. Hindari bahan pangan yang mengandung TYRAMINE . Tyramine substansi dalam makanan yang tampaknya mempunyai potensi "Vasodilator". Potensi tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah melebar., sehingga meningkatkan aliran darah yang melalui pembuluh darah di kepala dimana akan menyebabkan rasa sakit seperti dipukul benda keras. Sumber bahan makanan Tyramine terutama pada sumber protein hewani seperti keju tua, hati ayam, hati sapi juga pada pisang, terong, krim asam, pengempuk daging, coklat, ragi dan kecap.

2. Hindari minuman yang mengandung alkoholterutama sherry, bir, reusling dan anggur.

3. Hindari makanan yang mengandung MSG. Orang yang sensitifdengan MSG akan mengalami "Chinese Restaurant Syndrome" dimana akan ada perasaan leher dan lengan serta dada terasa tertekan serta sakit kepala.

4. Perlu juga diperhatikan bagi masing-masing individu untuk selalu mengingat makanan yang dapat menjadi pencetus terjadinya migren karena tiap-tiapindividu bisa berbeda. Beberapa makanan yang biasanya bisa menyebakan sakit kepala seperti telur, polong-polongan,kacang tanah, bawang putih, gandum, susu, kayu manis ,babi, jagung, kopi, teh, dan minuman yang mengandung cola.

Sumber:  http://id.she.yahoo.com/hindari-makanan-ini-saat-migren-menyerang-034614250.html
08.00 | 0 komentar | Read More

Tahukah Anda bahwa sakit kepala migrain dapat menyebabkan kematian?

Tahukah Anda bahwa sakit kepala migrain dapat menyebabkan kematian? Lalu, apa yang akan Anda lakukan untuk mencegah terserang migrain? Informasi berikut patut dibaca khususnya untuk pasangan suami isteri!

Para ilmuwan kedokteran telah lama mendiagnosa penyakit yang terkait dengan perubahan aliran pembuluh darah di otak sehingga berakibat penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya suplai oksigen dalam otak ini. Akibatnya, penderita migrain sering merasakan nyeri di kepala dan bahkan berkembang menjadi serangan penyakit stroke.
Ketahuilah, Seks Mampu Mengatasi Sakit Migran!

Sakit kepala migrain merupakan salah satu dari tiga jenis penyakit sakit kepala lainnya, diantaranya sakit yang disebabkan oleh ketegangan di kepala (tension), sakit kepala sinus, dan sakit kepala cluster. Umumnya, migrain terjadi karena stres atau ketegangan yang berkepanjangan.

Di University of Münster, Jerman, para peneliti membuat sebuah studi terbaru tentang seks, dan memberikan pernyataan singkat bahwa seks kemungkinan besar dapat benar-benar membantu penderita migrain.

Studi baru tersebut bertujuan untuk mencari dan mendapatkan data kuantitas tentang seberapa besar pengaruh seks terhadap sakit kepala migrain. Penelitian ini dilakukan terhadap sebanyak 1000 orang, yang dibagi atas 800 penderita migrain dan 200 orang penderita sakit kepala kluster (sakit kepala kronis tajam yang hanya memengaruhi satu sisi kepala). Para responden tersebut mengisi kuesioner mengenai aktivitas seksual mereka dan hubungannya dengan rasa sakit kepala.

Dari hasil kuesioner tersebut, ditemukan 60 persen responden migrain merasakan kelegaan ketika mereka berhubungan seks saat sakit kepala (sepertiganya menginformasikan bahwa seks justru membuat mereka sakit parah). Sepertiga dari penderita sakit kepala cluster menyatakan seks membantu meredakan sakit dan sepertiga yang lain lagi menyebutkan nyeri sakit justru memburuk.

Dengan begitu, para peneliti dari University of Münster ini menjelaskan bahwa seks berfungsi melepaskan hormon endorfin untuk penghilang rasa sakit kepala yang dialami. Hal ini juga serupa dengan yang dikatakan dalam studi penelitian lainnya, (studi penelitian Stefan Evers yang menyarankan masturbasi atau kegiatan seksual dapat menyingkirkan sakit kepala pada beberapa orang). Menurutnya, mengalami orgasme dengan cara atau bentuk apapun akan membantu meredakan sakit kepala.

“Tentu saja cara ini tidak akan bekerja untuk semua orang, tetapi pengobatan alami yang rasanya senikmat berhubungan seks layak dicoba bukan?” tuturnya.

Jadi, tak ada salahnya kita memanfaatkan sisi positif dari berhubungan seks bersama pasangan resmi untuk kebutuhan kesehatan keluarga. Selain itu, sebagai bonus, keharmonisan hubungan Anda bersama pasangan juga akan semakin meningkat. (nug)

Sumber: http://id.she.yahoo.com/terserang-migrain-cobalah-seks-095852695.html
07.34 | 0 komentar | Read More